Kamis, 18 Februari 2016

Tentang Bangtan Sonyeondan











Bangtan Boys (Korea: 방탄소년단, RR: Bangtan Sonyeondan, Terjemahan: Bulletproof Boy Scouts) adalah grup musik hip-hop pria yang beranggotakan tujuh orang dibentuk oleh Big Hit Entertainment. Mereka biasanya dikenal dengan nama singkatan mereka, BTS. Mereka debut pada 13 Juni 2013 dengan judul lagu pertama No More Dream. Mereka memenangkan penghargaan New Artist of the Year di 2013 MelOn Music Awards dan dinominasikan berkali-kali sebagai Best Rookie Group/Artist di beberapa acara penghargaan. Mereka juga memiliki acara varietas sendiri yang disebut Rookie King: Channel Bangtan (신인왕: 채널 방탄), yang disiarkan di saluran SBS MTV. BTS sudah melakukan konser pertama mereka di Korea dengan nama THE RED BULLET.
Pre-debut
J-Hope muncul di beberapa program musik karena fitur dalam singel anggota 2AM Jo Kwon, Animal. Sisa anggota (termasuk Rap Monster dan Jimin) juga muncul dalam video musik Jo Kwon 'I'm Da One'. Mereka seharusnya debut pada tahun 2010, namun para anggota yang lama meninggalkan grup, sehingga ditunda. Rap Monster merupakan satu-satunya anggota asli untuk line-up grup. Kelompok ini merilis dua lagu penutup sebelum debut mereka. Tiga anggota, Jin, Rap Monster dan Suga, meng-cover 'Swimming Pools (Drank)' oleh Kendrick Lamar dan mengubahnya menjadi 'School of Tears', sebuah lagu tentang masyarakat modern dan cara-cara yang kalah bersaing. Tiga anggota lainnya, J-Hope, Jungkook dan Jimin, melakukan cover 'Young, Wild and Free' dari Wiz Khalifa dan mengubahnya menjadi 'Graduation Song'. Anggota terakhir, V, dirahasiakan sampai trailer teaser untuk debut mereka, sehingga tidak tampil dalam salah satu dari lagu-lagu ini.
Rap Monster dan Suga awalnya merupakan rapper underground yang sudah lama mendalami rap, termasuk menciptakan lagu. Suga mendalami B-Boy dance hingga 2 tahun sebelum debut. J-Hope merupakan dancer underground yang menyukai dance sejak kecil dan ahli dalam freestyle dance.

Album Bangtan Boys

2013 : 2 Cool 4 Skool

2013 : O!RUL8,2?

2014 : Skool Luv Affair

2014 : Dark And Wild

2015 : The Most Beautiful Moment in Life pt.1

Selasa, 26 Januari 2016

JB entertaiment


           JB Entertaiment Sebuah Organisasi yang didirikan Oleh Lembaga Resmi yang ada di SMK NEGERI 1 KARANGANYAR, Jurusan MULTIMEDIA tentang Perfilman(Film Pendek "Horor, Trailer, Religi, Patriot, Komedi, dsb."), Periklanan (Layanan Masyarakat & Komersil), Fotografi, Desain Multimedia, Desain Web, Teknik Animasi 2 Dimensi, Teknik Animasi 3 Dimensi, dll. JB Entertaiment berdiri pada Generasi X Multimedia "OPINI"

Kawasan Multimedia

http://kawasanmultimedia.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-flip-flop.html
^Kunjungi Juga Blogger Kawasan Multimedia Smk Negeri 1 Karanganyar, Sukseskan Belajar Mengajar tentang Multimedia

Look At My Profile


My Profile
Nama saya adalah Wulan Murtiningsih (Bisa dipanggil Wulan).saya terlahir dengan 2 akta kelahiran dulu namanya Febriyana Wulandhari, Seorang anak perempuan yang dilahirkan di kota Klaten pada tanggal 26 Februari 1998, anak yangt terlahir mempunyai 2 ayah dan 2 ibu anak yang dilahirkan dari dua orang tua kandung yang sangat menginginkan anaknya sukses didunia Asitektur, dan orang tua angkat yang menggingkan anaknya sukses didunia pelayaran. memiliki 2 kakak laki-laki tiri (Bayu dan Hardi), 2 kakak kandung (samudra dan edi) 1 adek perempuan kandung(Adiana Sutianingsih) dan 1 adek perempuan tiri (Pitria ningsari)

Kamis, 23 Oktober 2014

Contoh legenda b.jawa

Oleh.Wulan Murtiningsih

Kowe percaya karo cerita Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari Anda mungkin akan berkata ORA. Tapicoba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta.Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini.

Konon ceritane, di suatu masa,hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, iapun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah.DewiSrengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang rajamempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karenasebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja punkemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dariperkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.


Dewi Mutiaraingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agarkeinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja,dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudahtentu raja menolak.“Sangat menggelikan.Sayatidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar padaputriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiarapun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya.Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.

Padapagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutuspembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukunmengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuhdengan kudis dan gatal-gatal.Bila engkau berhasil, maka aku akanmemberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.”Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuhKadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal.Ketika diaterbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi denganbisul.Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuatapa.

Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangatsedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya.Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pastitelah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakinrumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya.“Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata DewiMutiara.Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan diseluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiarauntuk mengirim putrinya keluar dari negeri itu.

Puteri yangmalang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi.Diahampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia.Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalumeminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan.

Hampirtujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba diSamudera Selatan.Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih,tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Diamelompat ke dalam air dan berenang.Tiba-tiba, ketika air SamuderaSelatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi.Bisulnya lenyap dantak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan,dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini diamemiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadiseorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.

Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abadke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemudengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukanKerajaanMajapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita mudayang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya.Tapi sang pertapayang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida,menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untukbertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa danmenjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jikaketurunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekatGunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.

Generasiselanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram ke-2,mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruhenerginya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaanutara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan diaberjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam diamempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta diistana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo,kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkanberhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajiandipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilanistana Solo dan Yogyakarta.

Begitulah dua buah kisah ataulegenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau RatuPantai Selatan.Versi pertama diambil dari buku Cerita Rakyat dariYogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalamBabad Tanah Jawi. Keduacerita tersebut memang berbeda,tapi Anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar.

KanjengRatu Kidul dan Keraton Yogyakarta Percayakah Anda dengan cerita tentangKanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan?Sebagian dari Anda mungkin akan berkata TIDAK.Tapi coba tanyakan kepadamereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta.Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita KanjengRatu Kidul memang masih tetap menjadi polemik.Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitosRatu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi KeratonYogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan KeratonYogyakartapaling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentangkanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yangterjalin di antara keduanya?

Y. ArgoTwikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakatadalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan,keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepasdari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkunganalam sangat penting dilakukan.

Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbalbalik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatanyang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbolpun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus,maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa GunungMerapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan, dan Laut Selatan. Penguasa LautSelataninilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul.Keempatpenguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta.Dan untuk mencapaikeharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka rajaharus mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.

Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batindalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihatoleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatansehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.

Kepercayaanterhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik.Pada kegiatanlabuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakandi tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahunSri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa).Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.

Kepercayaanterhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari BedayaLambangsari dan Bedaya Semangyang diselenggarakan untuk menghormatiserta memperingati Sang Ratu.Bukti lainnya adalah dengan didirikannyasebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakanSumur Gumuling.Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuansultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.

Penghayatanmitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakanoleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya diwilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwajika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilangkarena “diambil” oleh sang Ratu.

Selain Keraton NgayogyakartaHadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudaramereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memangdisebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada PanembahanSenopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga KerajaanMataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat darimalapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta)memilikileluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya KeratonYogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentukpenghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalahpementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yangdiselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan pararaja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisionalpengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahisusuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalamwujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.

Kepercayaanterhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah Jawa Barat.Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus (nomor 308)di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang disajikankhusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan sang Ratu,bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang perantara yangmenyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar ini adalahsalah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden Soekarno.

Sampaisekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul,atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yangpaling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orangdari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemuratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satuorang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujudsang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi.Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuahlukisan.

Minggu, 19 Oktober 2014

ALAT BANTU FOTOGRAFI



ALAT BANTU FOTOGRAFI
Oleh : Wulan Murtiningsih
             Dalam foto grafi Ada 3 jenis alat bantu fotografi yang harus kita kenali, yaitu:
ALAT BANTU PEMOTRETAN
a. Filter
Sesuai dengan namanya alat ini cara kerjanya sama seperti filter pada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang  diujung  lensa. Bentuk filter ada  dua  yaitu square (kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filtersquare, kita harus menambahkan ring khusus  di depan lensa. Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan.  Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :
a.       filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
b.      filter UV, mengurangi sinar ultra violet.
c.       filter ND (natural density), mengurangi contrast.
d.      filter warna, memberi efek warna.
e.       filter soft, melembutkan objek.
f.       filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.
g.      filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.
h.      filter multi image, memberi efek multi image.
i.        filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.
j.        filter gradasi, memberi efek gradasi warna
b. Tudung Lensa
Alat yang dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flare dapat merusak hasil foto karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna.  Alat ini sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya.
c. Tripod
Tripod atau biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera saat pemotretan agar kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambatdan untuk menopang lensa-lensa panjang.
d. Monopod
Mempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.
e. Kabel Release
Bentuknya hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutter ditekan karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombol shutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebih afdol.
f. Background
Kain atau latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna.
g. Stand Background
Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand.Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.

ALAT BANTU PENCAHAYAAN
a.       Flash atau Blitz
Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenaga flash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.
b.      Slave Unit
Dapat disebut sebagai alat sensor.Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari main light (sumber cahaya utama) untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.
c.       Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang digunakan untuk membantu menyalakan flash tambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.
d.      Holder atau Braket
Alat ini digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flash tambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.
e.       Strobo atau Strobe
Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar.Strobo dapat menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering.Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama. Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan.  Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai selera kita.Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.
f.       AC Slave
Hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.
g.      Snoot
Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat.Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.
h.      Payung Reflektor
Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut.Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.
i.        Reflektor
Digunakan untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light.Biasanya berbentuk bundar dan kotak.Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga dapat menggunakan sehelai  kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.
j.        Soft Box
Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk seperti pyramid.Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor.Softbox memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.
k.      Barndoors
Berbentuk segi empat dan bewarna gelap.Biasanya dipasang pada soft box.Kegunaan dari barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.
l.        Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek..
m.    Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.
n.      Flash Meter
Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor.Alat ini lebih akurat daripada light meter yang ada pada kamera.
o.      Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio
p.      Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro

ALAT CUCI CETAK
  1. Cuci
§  Changing Bag
Kantong hitam kedap cahaya yang berguna untuk mengeluarkan film dari selongsongnya kemudian untuk kemudian digulung di roller dan dimasukkan ke dalam developer tank.Terdapat dua lubang untuk masuknya tangan dan satu lubang besar dengan dua resleting untuk masuknya peralatan cuci film.
§  Alat pemotong / gunting
Untuk memotong film setelah digulung ke roller.
§  Developer tank
Tabung berbentuk silinder yang kedap cahaya dan digunakan untuk mencuci film secara manual.Di dalam alat ini terdapat roller yang berfungsi menggulung film dari selongsong film.
§  Chemical
Cairan untuk memproses film (proses cuci), yaitu
-   Developer, mengembangkan emulsi.
-   Stopbath, menghentikan pengembangan.
-   Fixer, menetapkan gambar.
-   Air, membilas hasil cucian dan cetakan.
-   Wetting agent, menghilangkan bercak-bercak pada film dan menghindari goresan pada negatif
Chemical di atas, dalam penggunaannya harus berurutan.
§  Thermometer
Untuk mengukur suhu ruangan sebagai patokan waktu dalam mencuci film
§  Gelas Ukur
Untuk memudahkan dalam menakar banyaknya chemical yang akan digunakan dalam memproses film.
§  Penjepit film
Alat yang berguna untuk mengeringkan film yang sehabis dicuci dengan cara digantung untuk menghindari negatif terlipat-lipat dan menghindari baret.
  1. Cetak
§  Chemical
Chemical yang digunakan untuk proses cetak disini sama saja dengan yang digunakan dalam proses cuci tapi tidak memerlukan wetting agent.
§  Enlarger / vergroot apparaat.
Alat untuk mencetak foto.Dengan lampu yang mempunyai watt besar untuk menyinari negatif dan membakar kertas foto.Enlarger dihubungkan dengan timer yang berfungsi untuk mengatur waktu yang diperlukan untuk menyinari negatif foto. Perlengkapan enlarger hampir sama dengan kamera yaitu mempunyai pemfokusan dan diafragma.
§  Bak
Berbentuk segi empat untuk tempat chemical cetak yang ukurannya cukup untuk kertas foto yang akan kita cetak (biasanya 10 R sampai 12 R).
§  Penjepit kertas
Untuk menghindari kontak langsung dengan chemical dan meminimalisir baret pada hasil cetakan, maka diperlukan alat yang satu ini.
§  Dryer / pemanas
Mengeringkan kertas foto yang telah dicetak lebih merata agar foto tidak mengalami bercak-bercak.

ALAT PENYIMPANAN DAN PERAWATAN PERALATAN FOTOGRAFI
1.      Dry Box
Lemari anti lembab untuk menyimpan peralatan fotografi yang sangat rentan terhadap serangan jamur terutama pada lensa. Lemari ini dilengkapi dengan lampu yang mempunyai watt rendah (biasanya 2,5 watt) agar suhu lemari tetap terjaga dan mengantisipasi kelembaban. Suhu yang dianjurkan adalah 20°C.
2.      Waterproof Bag
Tas kedap air yang berfungsi sebagai tempat sementara peralatan fotografi pada saat hunting ketika musim hujan, agar peralatan fotografi kita tidak basah.
3.      Blower Brush
Alat yang dapat mengeluarkan semburan udara untuk membersihkan debu yang menempel pada kamera.
4.      Tisu Lensa
Tisu khusus untuk membersihkan lensa.
5.      Silica Gel
Zat pengering yang digunakan untuk menangkal kelembaban

Rabu, 13 Agustus 2014

PENGENALAN JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN


PENGENALAN JENIS-JENIS FOTO
DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN
Oleh : Wulan Murtiningsih
JENIS-JENIS FOTO
Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi. Jenis-jenis foto disini hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.
1.      FOTO MANUSIA
Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :





a.      Portrait
Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
b.      Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.






c.       Stage Photography
Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.
d.      Sport
Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.
2.      FOTO NATURE
Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.
           a.      Foto Flora
Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
           b.      Foto Fauna
Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.
           c.       Foto Lanskap
Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.
3.      FOTO ARSITEKTUR
Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.
4.      FOTO STILL LIFE
Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.
5.      FOTO JURNALISTIK
Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

TEKNIK DASAR PEMOTRETAN
Setelah kita mengenal jenis-jenis foto, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotrer untuk menghasilkan sebuah karya foto. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.
Focusing
Istilah focusing dalam fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting, karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita memahami tehnik focusing dengan tepat.
Pengaturan Speed
Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah) adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
Pengaturan Diafragma
Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.

RESEP KREATIF PEMOTRETAN
1. Zooming
Zooming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas ring zoom pada lensa kamera. Zoom in adalah membuat gambar obyek tampak lebih mendekat sedangkan zoom out adalah membuat gambar obyek tampak lebih menjauh. Dalam pengaturan speed dan penggunaan zoom yang tepat akan memberikan efek motion (gerak) pada hasil foto.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod (jika diperlukan)
c.       Filter Radial Zoom (jika diperlukan)

Cara membuat :
a.       Memotret zooming, membutuhkan speed yang lambat, jadi pastikan speed pada kamera anda dalam setting speed lambat, pastikan objek dalam keadaan fokus
b.      Setelah speed ditentukan, maka lanjutkan dengan mengatur diafragma menyesuaikan speed agar mendapat pencahayaan yang normal
c.       Setelah mendapat normal, jepret shutter bersamaan dengan memutar ring zoom, jika ring zoom diputar dari jauh ke dekat maka disebut zoom in, jika ring zoom diputar dari dekat ke jauh disebut zoom out
d.      Jika kesulitan dengan speed lambat, anda bisa menggunakan tripod atau filter radial zoom.

2. Panning
Panning adalah teknik kreatif pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor, orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion (gerak) pada latar belakang (background).
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod (jika diperlukan)
Cara membuat :
a.       Sama seperti memotret zooming, motret panning membutuhkan speed yang lambat agar menghasilkan efek gerak. Jadi pastikan kamera anda dalam setting speed lambat
b.      Kemudian lanjutkan dengan mengatur diafragma agar mendapat pencahayaan yang normal
c.       Pencet shutter bersamaan dengan mengubah arah kamera mengikuti gerak objek
d.      Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan memencet shutter pada saat objek berada tepat di tengah kamera
e.       Jika anda kesulitan dengan speed lambat, pergunakan tripod.
3. Double/Multi Ekspose
Adalah teknik pemotretan dengan mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame. Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman komposisi serta pencahayaan.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Filter Multi Ekspose (jika  diperlukan)

Cara membuat :
a.       Memotret multi ekspose membutuhkan ide, konsep, dan kreativitas. Jadi pastikan anda sudah mempunyai ide
b.      Jika anda sudah mempunyai ide, pastikan objek yang akan anda potret dalam keadaan pencahayaan normal (atur terlebih dahulu speed dan diafragmanya)
c.       Jika pencahayaan sudah normal, pencet tombol shutter. Objek 1 sudah anda dapatkan
d.      Untuk mendapatkan objek ke-2, 3, dst., ulangi urutan di atas. Akan tetapi sebelum memutar kokang, putar tombol multi ekspose kemudian baru di kokang, kemudian pencet shutter dan begitu seterusnya
e.       Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan anda sudah memikirkan porsi untuk objek 1, 2, 3, dst dalam satu frame
f.       Jika anda kesulitan, anda bisa menggunakan filter multi ekspose.

4. Bulb
Bulb adalah proses pemotretan dengan memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran. Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Tripod
c.       Kabel Release

Cara membuat :
a.       Pastikan kamera anda dalam setting speed bulb
b.      Untuk diafragma, terserah pada fotografer. Jika bukaan diafragma lebar maka efek dari sumber cahaya akan bulat. Jika bukaan diafragma sempit maka efek dari sumber cahaya akan berbentuk bintang
c.       Untuk lamanya rana membuka (speed), fotografer dapat menentukan sendiri waktunya
d.      Untuk menghindari goncangan pada kamera, lebih baik menggunakan tripod atau kabel release.

5. Siluet
Siluet adalah teknik pemotretan untuk menampilkan gambar obyek dalam keadaan gelap. Teknik ini memanfaatkan arah sumber cahaya yang berasal dari balik obyek yang akan kita potret. Teknik ini membutuhkan ketepatan pencahayaan agar obyek yang kita rekam tetap tampil dengan kontur dan ketajaman yang tepat.
Bahan-bahan :
a.       Kamera


Cara membuat :
a.       Teknik siluet ini memanfaatkan sumber cahaya yang datang dari balik objek sehingga pengukuran speed dan diafragma terletak pada sumber cahaya tersebut
b.      Karena kita mengukur pencahayaan normal pada sumber cahaya yang ada dibalik objek, maka efeknya objek yang ada didepannya akan lebih gelap.

6. Makro
Makro adalah kreatif dalam pemotretan dengan menggunakan lensa makro untuk mendapatkan gambar obyek yang sangat dekat sekali. Foto makro juga digunakan untuk mendapatkan detail dan tekstur pada obyek yang kita potret. Dalam pemotretan makro, ruang tajam akan menjadi sempit sekali oleh karena itu dibutuhkan ketepatan pancahayaan dan focusing. Ketika tidak ada lensa makro untuk melakukan pemotretan ini kita bisa menyiasatinya dengan membalik lensa normal untuk pemotreta makro.
Bahan-bahan :
a.       Kamera
b.      Lensa Makro (jika punya)
c.       Filter Close Up

Cara membuat :
a.       Jika anda mempunyi lensa makro, maka memotret makro dapat dilakukan seperti pemotretan pada umumnya
b.      Jika anda tidak mempunyai lensa makro, anda bisa menyiasati dengan cara membalik lensa normal
c.       Jika anda masih kesulitan, pakailah filter close up
7. Framming
Framming adalah kreatif pemotretan dengan memanfaatkan unsur lain pada obyek yang kita potret sehingga membentuk kesan frame/bingkai tersendiri untuk menambah nilai keunikan dan menarik serta memperkuat kesan foto secara visual.
8.   Strobis
Strobist adalah teknik pemakaian flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master. Alat wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah untuk menyalakan flash slave (flash lain harus mengikuti pada flash utama). Keuntungan dengan menggunakan teknik ini kita bisa memposisikan satu atau lebih flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan foto yg kita inginkan.