DAN
TEKNIS DASAR PEMOTRETAN
Oleh
: Wulan Murtiningsih
JENIS-JENIS FOTO
Materi
jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa jenis foto sebagai
referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam pengetahuan dunia fotografi.
Jenis-jenis foto disini hanya sebagai pengelompokan secara garis besar, yang
membantu mempermudah kita dalam memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan
sebagai penggolongan yang paten untuk menghasilkan karya foto.
1.
FOTO
MANUSIA
Foto
manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai
orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang
dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi
lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a.
Portrait
Portrait
adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya.
Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam
membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat
menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan
kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.
b.
Human
Interest
Human
Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau
interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang
memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu
membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.
c.
Stage
Photography
Stage
Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia
yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi
dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.
d.
Sport
Foto
olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam
event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan
kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.
Dalam
jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural)
seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.
a.
Foto Flora
Jenis foto
dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora.
Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai
keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.
b.
Foto Fauna
Foto fauna
adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini
menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.
c.
Foto
Lanskap
Foto
lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto
lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan
dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung
dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai
keberhasilan membuat foto lanskap.
3.
FOTO
ARSITEKTUR
Kemanapun
anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk,
warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan
baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu
bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat
penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya
dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting
peranannya.
4.
FOTO STILL
LIFE
Foto still
life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat
gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”,
komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan
bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life
bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya,
karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis
foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas,
imajinasi, dan kemampuan teknis.
5.
FOTO
JURNALISTIK
Foto
jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan
informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang
menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto
ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).
TEKNIK DASAR PEMOTRETAN
Setelah kita mengenal jenis-jenis
foto, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memotrer untuk
menghasilkan sebuah karya foto. Seorang fotografer pada awalnya harus menguasai
kamera dan bagaimana cara kerja kamera tersebut.
Focusing
Istilah focusing dalam
fotografi adalah proses penajaman imaji pada bidang tertentu suatu obyek
pemotretan. Focusing adalah teknik paling dasar tetapi begitu penting,
karena untuk mendapatkan gambar yang tajam dan jelas kita harus melakukan focusing
secara tepat. Pemilihan bidang atau titik tertentu dalam suatu obyek foto akan
menentukan kesan “kedalaman” pada sebuah foto. Obyek yang akan kita hadapi
dalam pemotretan tidak hanya sekedar benda diam saja, tetapi kita juga akan
dihadapkan pada benda bergerak (misalnya foto olahraga), hal ini akan
berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam focusing. Untuk tahap
pembelajaran, lakukanlah focusing pada benda diam dahulu hingga kita
memahami tehnik focusing dengan tepat.
Pengaturan Speed
Proses pembakaran negatif di dalam
kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan
kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran
dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita
pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah
speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja.
Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure),
pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi
(over eksposure). Pencahayaan normal adalah dimana kita menentukan speed
dan diafragma yang tepat untuk mendapatkan gambar seperti pada keadaan obyek
foto yang sebenarnya. Over eksposure (pencahayaan tinggi) adalah
kompensasi pada pengaturan speed untuk mendapatkan intensitas pencahayaan yang
lebih banyak daripada pencahayaan normal dan gambar yang dihasilkan pun lebih
terang daripada kondisi aslinya. Under eksposure (pencahayaan rendah)
adalah kompensasi pencahayaan pada pengaturan speed untuk mengurangi intensitas
cahaya dibawah pencahayaan normal. Under eksposure sering digunakan
ketika kondisi cahaya dalam pemotretan terlalu keras sehingga pengkompensasian
akan diperlukan untuk mendapatkan gambar yang lebih maksimal.
Pengaturan Diafragma
Sebuah foto yang menarik adalah
dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas
diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara
bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang
tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang
bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang
tajam dalam foto.
RESEP KREATIF PEMOTRETAN
1. Zooming
Zooming adalah kreatif pemotretan
dengan memanfaatkan fasilitas ring zoom pada lensa kamera. Zoom in adalah
membuat gambar obyek tampak lebih mendekat sedangkan zoom out adalah membuat
gambar obyek tampak lebih menjauh. Dalam pengaturan speed dan penggunaan zoom
yang tepat akan memberikan efek motion (gerak) pada hasil foto.
Bahan-bahan :
a.
Kamera
b.
Tripod (jika diperlukan)
c.
Filter Radial Zoom (jika diperlukan)
Cara membuat :
a.
Memotret zooming, membutuhkan speed yang lambat, jadi pastikan speed pada
kamera anda dalam setting speed lambat, pastikan objek dalam keadaan fokus
b.
Setelah speed ditentukan, maka lanjutkan dengan mengatur diafragma menyesuaikan
speed agar mendapat pencahayaan yang normal
c.
Setelah mendapat normal, jepret shutter bersamaan dengan memutar ring zoom,
jika ring zoom diputar dari jauh ke dekat maka disebut zoom in, jika ring zoom
diputar dari dekat ke jauh disebut zoom out
d.
Jika kesulitan dengan speed lambat, anda bisa menggunakan tripod atau filter
radial zoom.
2. Panning
Panning adalah teknik kreatif
pemotretan untuk mendapatkan efek gerak pada obyek yang bergerak (balap motor,
orang berlari, dll). Hasil dari teknik panning adalah adanya efek motion
(gerak) pada latar belakang (background).
Bahan-bahan :
a.
Kamera
b.
Tripod (jika diperlukan)
Cara membuat :
a.
Sama seperti memotret zooming, motret panning membutuhkan speed yang lambat
agar menghasilkan efek gerak. Jadi pastikan kamera anda dalam setting speed
lambat
b.
Kemudian lanjutkan dengan mengatur diafragma agar mendapat pencahayaan yang
normal
c.
Pencet shutter bersamaan dengan mengubah arah kamera mengikuti gerak objek
d.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan memencet shutter pada saat objek
berada tepat di tengah kamera
e.
Jika anda kesulitan dengan speed lambat, pergunakan tripod.
3. Double/Multi Ekspose
Adalah teknik pemotretan dengan
mengkombinasikan beberapa perekaman imaji/gambar dalam satu bingkai frame.
Teknik ini membutuhkan penuangan kreatifitas, ide, konsep dan pemahaman
komposisi serta pencahayaan.
Bahan-bahan :
a.
Kamera
b.
Filter Multi Ekspose (jika diperlukan)
Cara membuat :
a.
Memotret multi ekspose membutuhkan ide, konsep, dan kreativitas. Jadi pastikan
anda sudah mempunyai ide
b.
Jika anda sudah mempunyai ide, pastikan objek yang akan anda potret dalam
keadaan pencahayaan normal (atur terlebih dahulu speed dan diafragmanya)
c.
Jika pencahayaan sudah normal, pencet tombol shutter. Objek 1 sudah anda
dapatkan
d.
Untuk mendapatkan objek ke-2, 3, dst., ulangi urutan di atas. Akan tetapi
sebelum memutar kokang, putar tombol multi ekspose kemudian baru di kokang,
kemudian pencet shutter dan begitu seterusnya
e.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan anda sudah memikirkan porsi
untuk objek 1, 2, 3, dst dalam satu frame
f.
Jika anda kesulitan, anda bisa menggunakan filter multi ekspose.
4. Bulb
Bulb adalah proses pemotretan dengan
memanfaatkan fasilitas bulb pada kamera. Fasilitas bulb pada kamera memberikan
keleluasaan dalam menentukan berapa lama rana terbuka untuk proses pembakaran.
Bila kita memotret pada kondisi cahaya yang minim atau sangat kurang (pada
malam hari), dan prioritas speed tidak mampu lagi mendapatkan pencahayaan
normal maka fasilitas bulb pada kamera akan sangat membantu. Untuk menghindari
goncangan (shaking), alat bantu tripod dan kabel release sangat dibutuhkan.
Bahan-bahan :
a.
Kamera
b.
Tripod
c.
Kabel Release
Cara membuat :
a.
Pastikan kamera anda dalam setting speed bulb
b.
Untuk diafragma, terserah pada fotografer. Jika bukaan diafragma lebar maka
efek dari sumber cahaya akan bulat. Jika bukaan diafragma sempit maka efek dari
sumber cahaya akan berbentuk bintang
c.
Untuk lamanya rana membuka (speed), fotografer dapat menentukan sendiri
waktunya
d.
Untuk menghindari goncangan pada kamera, lebih baik menggunakan tripod atau
kabel release.
5. Siluet
Siluet adalah teknik pemotretan
untuk menampilkan gambar obyek dalam keadaan gelap. Teknik ini memanfaatkan
arah sumber cahaya yang berasal dari balik obyek yang akan kita potret. Teknik
ini membutuhkan ketepatan pencahayaan agar obyek yang kita rekam tetap tampil
dengan kontur dan ketajaman yang tepat.
Bahan-bahan :
a.
Kamera
Cara membuat :
a.
Teknik siluet ini memanfaatkan sumber cahaya yang datang dari balik objek
sehingga pengukuran speed dan diafragma terletak pada sumber cahaya tersebut
b.
Karena kita mengukur pencahayaan normal pada sumber cahaya yang ada dibalik
objek, maka efeknya objek yang ada didepannya akan lebih gelap.
6. Makro
Makro adalah kreatif dalam
pemotretan dengan menggunakan lensa makro untuk mendapatkan gambar obyek yang
sangat dekat sekali. Foto makro juga digunakan untuk mendapatkan detail dan
tekstur pada obyek yang kita potret. Dalam pemotretan makro, ruang tajam akan
menjadi sempit sekali oleh karena itu dibutuhkan ketepatan pancahayaan dan
focusing. Ketika tidak ada lensa makro untuk melakukan pemotretan ini kita bisa
menyiasatinya dengan membalik lensa normal untuk pemotreta makro.
Bahan-bahan :
a.
Kamera
b.
Lensa Makro (jika punya)
c.
Filter Close Up
Cara membuat :
a.
Jika anda mempunyi lensa makro, maka memotret makro dapat dilakukan seperti
pemotretan pada umumnya
b.
Jika anda tidak mempunyai lensa makro, anda bisa menyiasati dengan cara
membalik lensa normal
c.
Jika anda masih kesulitan, pakailah filter close up
7. Framming
Framming adalah kreatif pemotretan
dengan memanfaatkan unsur lain pada obyek yang kita potret sehingga membentuk
kesan frame/bingkai tersendiri untuk menambah nilai keunikan dan menarik serta
memperkuat kesan foto secara visual.
8. Strobis
Strobist adalah teknik pemakaian
flash secara external, jadi tidak digunakan diatas hotshoe kamera, melainkan
dengan bantuan trigger, atau Flash yang bisa digunakan sebagai master. Alat
wireless trigger ini umumnya menggunakan gelombang radio atau sinar infra merah
untuk menyalakan flash slave (flash lain harus mengikuti pada flash utama).
Keuntungan dengan menggunakan teknik ini kita bisa memposisikan satu atau lebih
flash di mana saja untuk mengatur arah, intensitas, cahaya untuk menghasilkan
foto yg kita inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar