Senin, 19 Mei 2014

Cerpen Karangan wulan


dia selalu menjagaku kapanpun dan dimanapun, setiap aku down dia selalu memegang erat tanganku dan membuatku bangkit lagi.& Dia,orang yang membuatku nyaman,dan bahagia. Selalu menjagaku tanpa lelah. Dia adalah suamiku, dan dia juga nafasku, namanya Pratama putra. Sejak pertama kali aku kenal dia,tatapannya itu masih teringat jelas dimemoriku,senyumannya membuatku tenang dan damai. Mungkin aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya,tapi aku tak bisa selalu berpura-pura untuk tidak mencintainya.Dulu pernah berfikir kalau kita jadian aku TAKUT,aku sangat takut kehilangan dia, aku gak mau dia hilang dari mata dan hatiku.Tapi di sisi lain juga aku pengen banget milikkin dia,supaya semua orang tau dia milik aku bukan milik orang lain. Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan kedekatan ku dengan Tama selama ini,aku sakit ketika aku harus bilang “ bukan, dia hanya temanku.” Dan merekapun menjawab “padahal udah cocok banget, jadian aja.”Aku hanya membalas dengan senyuman.Tapi perlahan masalah itu sudah menjadi hal yang biasa untukku.Karna Tama mengajarkanku untuk bertindak dan bersikap yang dewasa.Aku ga berani bilang Tama adalah segalanya buat aku,karna aku takut segalanya aku hilang. Dan aku pernah berpikir aku takut jika kita pacaran lalu putus dan gak bisa deket lagi,mending betemen kaya sekarang dan dia gak akan ninggalin aku,kecuali dia mempunyai cintanya yang baru.Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran positif,jadi aku kadang berpikir kalau hubungan aku sama Tama sekarang jauh lebih bahagia, Tama seseorang yang paling berharga buat aku sekarang, andaikan aku mampu berkata di depannya bahwa aku sayang dia dan gak mau kehilangan dia mungkin aku akan jauh lebih tenang,tapi beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya gemetaran yang ku rasa,mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu.Tawa dan candanya adalah warna di hidupku, aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat.Tama juga adalah salah satu alesan yang membuatku betah di masa SMA yang dulu yang aku anggap biasa aja.Aku sekarang malah jadi kekasihnya,keman-mana bersama,dan aku pun tidak percaya bahwa dia juga menyukaiku dari awal ketemu.
       Setelah lama jadian Tama pun meminangku,Akupun masih tidak percaya,”Aku sungguh menyintaimu,aku pun ingin slalu bersamamu,emt...maukah kamu mendampingi hidupku?”,tanya Tama kepadaku “hmt...maksudnya?”,Tanya ku tak percaya. “Apa kamu mau menjadi istriku?”,jelasnya namun aku masih belum percaya tapi aku tetap mau karna ini semua adalah impian ku dulu“hmt...A...ku...ma...u...!”jawabku gugup,dia pura-pura tak dengar”Apa??coba ulangi”“Aku mau jadi istrimu”ucapku dengan semangat.
       Setelah 1 tahun kita meningkah,aku merasa tak nyaman dirumah mertua,tapi bagaimanapun itulah kewajibanku.menghadapi Ibu mertua yang judes,tambah lagi mantan kekasih suamiku yang centil,dan sepertinya Ibu mertua lebih memilih mantan kekasih suami yang jadi menantunya.yang bikin aku cemburu saat luna duduk ditaman belakang bersama adik ipar dan suamiku.Aku pun lari kekamar,suamiku pun langsung menikutiku dan bertanya kepadaku “kamu kenapa sayang? Hmt...ngomong aja ma aku”aku menjawab sambil menangis “aku gak apa-apa koq !”dia pun memelukku dan berkata “Jangan bohong padaku? Kamu pasti cemburu ya sama aku, gara-gara aku duduk dengan luna? Kamu tuh ya ! aku tau kamu cemburu karena kamu takut kehilanganku yakan?”akupun menjawab sambil mencubit pipinya “kamu itu apaan lo ? enggak I, sok tau !”dia hanya tersenyum lalu aku pun bertanya padanya “sampai kapan dia akan tinggal disini bersama kita,aku gak betah lihat kalian tu berdua terus?aku cemburu tau!”dan diapun menjawab “tenang aja ya sayang aku kan udah beli rumah dekat kantor tempatku bekerja besok kita pindah kesana ya?kamu maukan ? ya emang rumahnya gak sebagus dan sebesar rumah ini?”Dengan bahagia aku jawab “aku tu mau-mau aja asal selalu bersama kamu, aku sayaaaaaaaaaaaaaang baget sama kamu,dan aku juga udah janji setia bersamamu,akan ku lalui susah senang bersamamu”dia tersenyum kecil dan mencium keningku lalu berkata “terima kasih ya sayang,kamu adalah istri idaman ku”dan kamipun tidur karna jam dinding menunjukan pukul 09.35
       Keesokan harinya kamipun beres-beres,ibu mertua datang kekamar dan bertanya “mau kemana kalian? Apa gak betah tinggal dirumah Ibu?”suamiku menjawabnya dengan tegas “maafkan kami buk,bukan kami gak betah tapi kami ingin mandiri,dan tak ingin menyusahkan bapak & ibu terus menerus?”Ibu bertanya lagi “lalu kalian mau pindah kemana? Apa ada tempat yang layak huni?”lagi-lagi suamiku menjawabnya “ada buk,lokasinya didekat kantor tempatku bekerja,ya mungkin tak semewah & sebesar rumah ini tapi cukup untuk kami!”tiba-tiba luna datang “what? Kalian mau pindah pindah kemana?terus gimana denganku,aku kesepian gak ada ayang Tama disisiku”suamiku menjawbnya “terus??aku kan pindah bersama istriku,dan kamu juga Cuma tak anggap sahabat gak lebih,kamu disini masih ada ibuk,mbakku,adik-adikku kenapa sepi? Dan aku berharapkamu gak usah centil-centil sama aku,aku udah punya istri?”luna pun menangis dan lari kebawah.Pukul 08.35 aku dan suamiku berangkat meninggalkan rumah,kamipun berpamitan kepada Kedua mertuaku,mbak ipar dan adik-adik iparku.Rumah yang dibilang suamiku kecil setelah aku tau ternyata rumah tersebut lumayan besar dan bagus kami pun bersih-bersih bersama setelah selesai akupun membuatkan kopi kesukaan suamiku.Duduk disofa berdua tak ada yang mengganggu lagi.
       Hari mulai petang tiba-tiba perutku terasa sakit dan mual-mual,suamiku bergegas membawaku kedokter setelah diperiksa ternyata aku mengandung 3 bulan,betapa senangnya hatiku,sesuatu yang telah lama kami tunggu sekarang muncul,sampainya dirumah suamiku berkata kepadaku larangan-larangan yang dia buat “pokoknya kamu gak boleh kerja berat,tidur gak boleh malem-malem,gak boleh kecapekan,makan yang teratur,jaga kesehatan.okey Mom?”aku bengong dengan panggilanku,lalu dia menjelaskan “dad.i tu panggil mom.i karena bentar lagi kita akan jadi orang tua,mom.i tau kan?”aku menjawab “ iya dad.i mom.i tau kok!!!”suamiku setiap berangkat kerja selalu mencium keningku dan perutku. Aku bahagia karena tak pernah menyangka semua ini akn terjadi. Waktu terus berjalan hingga tiba sibuah hati lahir kedunia. Kami memberi nama TARA ERNAVA PUTRA,nama tersebut gabungan dari namaku dan suamiku TA = Tama,RA = Raisha, Ernava = nama belakangku, dan Putra = nama belakang suamiku.Dan sekarang Ibu mertua yang dulu jedes sekarang menjadi baik hati, hidupku pun kini telah sempurna memiliki suami yang baik dan tampan,dan seorang anak yang membuatku sempurna menjadi seorang wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar