dia selalu menjagaku
kapanpun dan dimanapun, setiap aku down dia selalu memegang erat tanganku dan
membuatku bangkit lagi.& Dia,orang yang membuatku nyaman,dan bahagia. Selalu menjagaku tanpa lelah. Dia
adalah suamiku, dan dia juga nafasku, namanya Pratama putra.
Sejak pertama kali aku kenal dia,tatapannya
itu masih teringat jelas dimemoriku,senyumannya membuatku tenang dan damai. Mungkin
aku terlalu egois terlalu berharap untuk memilikinya,tapi aku tak bisa selalu
berpura-pura untuk tidak mencintainya.Dulu pernah berfikir kalau kita jadian
aku TAKUT,aku sangat takut kehilangan dia, aku gak mau dia hilang dari mata dan hatiku.Tapi di sisi
lain juga aku pengen banget milikkin dia,supaya semua orang tau dia milik aku
bukan milik orang lain. Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika
teman-temanku menanyakan kedekatan ku dengan Tama selama ini,aku sakit ketika
aku harus bilang “ bukan, dia hanya temanku.” Dan merekapun menjawab “padahal
udah cocok banget, jadian aja.”Aku hanya membalas dengan senyuman.Tapi perlahan
masalah itu sudah menjadi hal yang biasa untukku.Karna Tama mengajarkanku untuk
bertindak dan bersikap yang dewasa.Aku ga berani bilang Tama adalah segalanya
buat aku,karna aku takut segalanya aku hilang. Dan aku pernah berpikir
aku takut jika kita pacaran lalu putus dan gak bisa deket lagi,mending betemen
kaya sekarang dan dia gak akan ninggalin aku,kecuali dia mempunyai cintanya
yang baru.Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa yang ingin selalu berfikiran
positif,jadi aku kadang berpikir kalau hubungan aku sama Tama sekarang jauh
lebih bahagia, Tama seseorang yang paling berharga buat aku
sekarang, andaikan aku mampu berkata di depannya bahwa aku sayang dia dan gak
mau kehilangan dia mungkin aku akan jauh lebih tenang,tapi beberapa kali aku
mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya gemetaran yang ku rasa,mungkin
belum saatnya aku berkata seperti itu.Tawa dan candanya adalah warna di
hidupku, aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat.Tama juga adalah salah
satu alesan yang membuatku betah di masa SMA yang dulu yang aku anggap biasa
aja.Aku sekarang malah jadi kekasihnya,keman-mana bersama,dan aku pun tidak
percaya bahwa dia juga menyukaiku dari awal ketemu.
Setelah lama jadian Tama pun meminangku,Akupun masih tidak
percaya,”Aku sungguh menyintaimu,aku pun ingin slalu bersamamu,emt...maukah
kamu mendampingi hidupku?”,tanya Tama kepadaku “hmt...maksudnya?”,Tanya ku tak
percaya. “Apa kamu mau menjadi istriku?”,jelasnya namun aku masih belum percaya
tapi aku tetap mau karna ini semua adalah impian ku dulu“hmt...A...ku...ma...u...!”jawabku
gugup,dia pura-pura tak dengar”Apa??coba ulangi”“Aku mau jadi istrimu”ucapku dengan
semangat.
Setelah 1 tahun kita meningkah,aku merasa tak nyaman dirumah
mertua,tapi bagaimanapun itulah kewajibanku.menghadapi Ibu mertua yang judes,tambah
lagi mantan kekasih suamiku yang centil,dan sepertinya Ibu mertua lebih memilih
mantan kekasih suami yang jadi menantunya.yang bikin aku cemburu saat luna
duduk ditaman belakang bersama adik ipar dan suamiku.Aku pun lari kekamar,suamiku
pun langsung menikutiku dan bertanya kepadaku “kamu kenapa sayang?
Hmt...ngomong aja ma aku”aku menjawab sambil menangis “aku gak apa-apa koq
!”dia pun memelukku dan berkata “Jangan bohong padaku? Kamu pasti cemburu ya sama aku, gara-gara aku duduk
dengan luna? Kamu tuh ya ! aku tau kamu cemburu karena kamu takut kehilanganku yakan?”akupun
menjawab sambil mencubit pipinya “kamu itu apaan lo ? enggak I, sok tau !”dia
hanya tersenyum lalu aku pun bertanya padanya “sampai kapan dia akan tinggal
disini bersama kita,aku gak betah lihat kalian tu berdua terus?aku cemburu
tau!”dan diapun menjawab “tenang aja ya sayang aku kan udah beli rumah dekat kantor tempatku bekerja besok kita pindah kesana ya?kamu maukan ? ya emang
rumahnya gak sebagus dan sebesar rumah ini?”Dengan bahagia aku jawab “aku tu
mau-mau aja asal selalu bersama kamu, aku sayaaaaaaaaaaaaaang baget sama kamu,dan
aku juga udah janji setia bersamamu,akan ku lalui susah senang bersamamu”dia
tersenyum kecil dan mencium keningku lalu berkata “terima kasih ya sayang,kamu
adalah istri idaman ku”dan kamipun tidur karna jam
dinding menunjukan pukul 09.35
Keesokan harinya kamipun
beres-beres,ibu mertua datang kekamar dan bertanya “mau kemana kalian? Apa gak
betah tinggal dirumah Ibu?”suamiku menjawabnya dengan tegas “maafkan kami
buk,bukan kami gak betah tapi kami ingin mandiri,dan tak ingin menyusahkan
bapak & ibu terus menerus?”Ibu bertanya lagi “lalu kalian mau pindah
kemana? Apa ada tempat yang layak huni?”lagi-lagi suamiku menjawabnya “ada
buk,lokasinya didekat kantor tempatku bekerja,ya mungkin tak semewah &
sebesar rumah ini tapi cukup untuk kami!”tiba-tiba luna datang “what? Kalian
mau pindah pindah kemana?terus gimana denganku,aku kesepian gak ada ayang Tama
disisiku”suamiku menjawbnya “terus??aku kan pindah bersama istriku,dan kamu
juga Cuma tak anggap sahabat gak lebih,kamu disini masih ada
ibuk,mbakku,adik-adikku kenapa sepi? Dan aku berharapkamu gak usah
centil-centil sama aku,aku udah punya istri?”luna pun menangis dan lari
kebawah.Pukul 08.35 aku dan suamiku berangkat meninggalkan rumah,kamipun
berpamitan kepada Kedua mertuaku,mbak ipar dan adik-adik iparku.Rumah yang
dibilang suamiku kecil setelah aku tau ternyata rumah tersebut lumayan besar
dan bagus kami pun bersih-bersih bersama setelah selesai akupun membuatkan kopi
kesukaan suamiku.Duduk disofa berdua tak ada yang mengganggu lagi.
Hari mulai petang tiba-tiba
perutku terasa sakit dan mual-mual,suamiku bergegas membawaku kedokter setelah
diperiksa ternyata aku mengandung 3 bulan,betapa senangnya hatiku,sesuatu yang
telah lama kami tunggu sekarang muncul,sampainya dirumah suamiku berkata
kepadaku larangan-larangan yang dia buat “pokoknya kamu gak boleh kerja
berat,tidur gak boleh malem-malem,gak boleh kecapekan,makan yang teratur,jaga
kesehatan.okey Mom?”aku bengong dengan panggilanku,lalu dia menjelaskan “dad.i
tu panggil mom.i karena bentar lagi kita akan jadi orang tua,mom.i tau kan?”aku
menjawab “ iya dad.i mom.i tau kok!!!”suamiku setiap berangkat kerja selalu
mencium keningku dan perutku. Aku bahagia karena tak pernah menyangka semua ini
akn terjadi. Waktu terus berjalan hingga tiba sibuah hati lahir kedunia. Kami
memberi nama TARA
ERNAVA PUTRA,nama tersebut gabungan dari namaku dan suamiku TA = Tama,RA = Raisha, Ernava = nama belakangku, dan Putra = nama belakang suamiku.Dan sekarang Ibu mertua
yang dulu jedes sekarang menjadi baik hati, hidupku pun kini telah sempurna
memiliki suami yang baik dan tampan,dan seorang anak yang membuatku sempurna
menjadi seorang wanita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar